Penyebab, Gejala, dan Cara Mengobati Kanker Lambung

Advertisement
Sangat penting mencari informasi sebanyak mungkin tentang penyakit kanker lambung mengingat jenis kanker ini tak jarang merenggut banyak nyawa penderitanya jika terlambat ditangani. Secara singkat, kanker lambung adalah pertumbuhan sel kanker yang menyerang sel epitel pada dinding perut serta beberapa bagian lain pada lambung. Banyak sekali penyebab kanker lambung terutama berkaitan dengan faktor makanan, faktor lingkungan, dan faktor genetik.

penyebab kanker lambung


Kanker lambung bisa mernyerang individu semua usia, namun yang rentan terhadap penyakit mematikan ini adalah mereka di rentang usia 50 tahun – 60 tahun. Penyakit ini umumnya lebih banyak menyerang kaum pria dibanding wanita, adapun perbandingannya mencapai 3:1. Seperti yang disebutkan diawal, penyebab penyakit kanker lambung lebih banyak dipengaruhi oleh faktor makanan, lingkungan dan genetik.


  • Faktor Makanan

Makanan termasuk faktor utama terjadinya kanker lambung. Jadi disarankan untuk lebih berhati-hati terutama untuk jenis makanan yang diawetkan, makanan kadaluwarsa, ikan, sayur asin, dan makanan yang banyak menggunakan Monosodium Glutamate.


  • Faktor Lingkungan

Kesimpulan secara umum kasus kanker lambung sangat dipengaruhi oleh faktor lingkungan dimana terdapat perbedaan prevalensi pada satu daerah dengan daerah lain. Dalam hal ini daerah yang lebih banyak polutan, pembuangan emisi gas, dan segala macam polusi berpotensi lebih besar menyebabkan kanker lambung.


  • Faktor Genetik

Dari mayoritas hasil survey yang dilakukan pada beberapa penderita kanker lambung, faktor genetik atau keturunan lebih berpotensi menjadi faktor epidemiologi penyakit kanker lambung. Umumnya mereka yang terkena kanker lambung mempunyai riwayat anggota keluarga yang pernah mengidap penyakit yang sama.

Gejala Kanker Lambung

Meskipun gejala kanker lambung kadang berbeda-beda namun yang paling sering dialami penderitanya adalah rasa sakit di perut. Sering muncul kerancuan terutama banyak yang mengira rasa sakit tersebut adalah penyakit maag biasa. Pada level berikutnya penderita kehilangan nafsu makan dan mengalami gangguan pencernaan dan sering bersendawa.

Cara Mengobati Kanker Lambung Secara Konvensional

Pengobatan kanker dengan prosedur pembedahan, terapi radiasi, atau kemoterapi merupakan metode pengobatan yang paling populer untuk berbagai macam penyakit kanker. Namun kini sudah ditemukan metode baru untuk pengobatan kanker lambung yaitu melalui pembekuan sel kanker. Cara ini diklaim lebih efektif dari pembedahan, terapi radiasi, atau kemoterapi karena mampu mematikan sel kanker lebih signifikan.

Metode konvensional ini dilakukan dengan cara membekukan sel kanker hingga minus 160 derajat celcius untuk beberapa detik, dan dipanaskan lagi hingga 40 derajat Celsius juga dalam waktu beberapa detik. Perubahan suhu yang ekstrim dari sangat dingin menjadi panas terbukti efektif mengacaukan pertumbuhan sel kanker dan mematikan sel kanker tersebut tanpa membahayakan sel-sel yang masih normal.

Selain dengan cara membekukan sel kanker, satu lagi opsi untuk membunuh sel kanker yaitu dengan memasukkan partikel 125l ke sel kanker. Metode kedua ini dilakukan dengan memasukkan energi panas melalui jarum ke pusat tumor dalam waktu sesaat. Dampaknya sel-sel kanker akan mati dan akhirnya terbakar. Secara kinerja cara ini sebenarnya tidak jauh beda dengan metode pertama, yaitu membunuh sel kanker dalam waktu singkat secara lokalistik. Dengan demikan sel yang masih aktif disekitarnya tidak terganggu.

Sayangnya, kedua cara mengobati kanker lambung dengan pembekuan sel ataupun injeksi partikel diatas hingga kini belum dapat dijumpai di Indonesia. Jika Anda divonis menderita kanker lambung dan menginginkan metode pengobatan konvensional tersebut, harus melakukannya diluar negeri. Tentunya butuh waktu yang cukup dan biaya yang lebih besar.

Baca Juga :

Penyebab, Gejala, dan Cara Mengobati Kanker Lambung | Insomniaku.co | 5