Tanda-tanda dan Cara Mengatasi Diare dan Muntah pada Anak

Advertisement
Insomniaku.co |  Tanda-tanda dan cara mengatasi diare dan muntah atau gastroenterities akut pada anak-anak ini bisa dijadikan pegangan para orang tua agar bisa mengidentifikasi sejak dini sekaligus mengatasi gastroenteritis akut pada anak-anaknya. Gastroenteritis ini adalah istilah untuk kondisi medis yang gejalanya ditandai dengan demam, sakit perut, muntah, dan diare.

Baca juga: 7 Tips Mudah agar Kulit Bayi tetap Sehat

Pengertian Gastroenteritis

Gastroenteritis berasal dari kata gastro yang berarti lambung, entero atau usus kecil, dan itis berarti peradangan. Jadi gastroenteritis bisa diartikan sebagai kondisi medis yang biasanya ditandai dengan peradangan pada saluran pencernaan yang melibatkan lambung dan usus kecil, sehingga mengakibatkan kombinasi diare, muntah, dan sakit serta kejang perut. (baca pengertian gastroenteritis di wikipedia). Istilah lainnya yaitu gastro, stomatch bug, stomatch virus, flu perut, atau flu lambung walaupun ini tidak berkaitan dengan influenza.

Penyebab Gastroenteritis

Gastroenteritis kerap menyerang bayi dan anak-anak. Penyebab utamanya adalah virus bernama rotavirus. Rotavirus termasuk ke dalam famili reoviridae. Virus ini sering masuk melalu mulut kemudian ke saluran pencernaan. Kotoran adalah salah satu tempatnya bersarang.

Diare pada Anak

tanda diare anak dan cara mengatasi diare dan muntah


Muntah-muntah pada gastroenterits biasanya akan berhenti dengan sendirinya dalam 2-3 hari, Sementara diare biasanya berlangsung lebih lama, sekitar 1-2 minggu.

Diare merupakan salah satu penyakit yang cukup mematikan. Berdasarkan penelitian yang dilakukan tahun 2007 menunjukan bahwa 27% angka kematian balita disebabkan oleh diare.

Diare kerap membuat anak menjadi kekurangan cairan (dehidrasi), saat itulah orang tua perlu berhati-hati. Kenali gejala-gejala diare berikut ini yang diklasifikasikan berdasarkan tingkat dehidrasi.

Diare tanpa Dehidrasi

- Biasa anak tampak sehat. Ia tetap bisa bermain seperti biasanya.
- Mulut anak dan lidah anak basah sehingga anak tidak kehausan

Diare dengan Dehidrasi Ringan/Sedang
- anak cenderung rewel
- lidah dan mulut anak tampak kering. Ia biasanya ingin minum terus
- matanya tampak cekung
- tugor kulit kembali lambat (kulit saat dicubit kembalinya lambat)

Diare dengan Dehidrasi Akut
- Anak lemas sampai tak sadarkan diri
- matanya sangat cekung dan tidak ada air mata
- mulut dan lidah sangat kering
- anak jarang sekali minum bahkan sama sekali tak bisa minum
- tugor kulit kembali sangat lambat (kulit saat dicubit kembalinya sangat lambat)


Terapi Diare Anak

Terapi ini hanya untuk anak dengan diare yang tanpa disertai dehidrasi.
- Saat terkena diare, terkadang anak susah untuk makan. Jika hal tersebut terjadi, gantikan makanan dengan buah seperti pisang, atau bisa juga mencoba menawarkan makanan lain seperti roti panggang yang disertakan banyak cairan.
- Jika masih menggunakan ASI ekslusif, usahakan lebih sering menyusu dengan waktu yang lebih lama. Penting juga untuk menambahkan oralit atau pedyalite atua air matang.
- Jika bayi anda tidak lagi diberikan ASI ekslusif, berikanlah oralit atau pedyalite, larutan gula, garam, makanan yang banyak memiliki campuran cairan misalnya kuah sayur.
- Jika anak yang terserang diare masih berusia di bawah satu tahun, berikanlah oralit atau pedyalite sebanyak 50 cc sampai 100 cc setiap kali buang air besar. Sementara anak yang berusia 1 hingga 5 tahun bisa diberikan sebanyak 100 cc sampai 200 cc. Namun, berikanlah cairan tersebut sedikit-sedikit.
- Cairan tambahan perlu dilanjutkan sampai menampakah kesembuhan.
- Sementara itu, jika diare yang diderita anak menunjukan adanya gejala dehidrasi atau kekurangan cairan, jangan tunda untuk menghubungi dokter.

Terapi Muntah pada Anak

Jika muntah terus terjadi pada anak anda, dan ia tidak makan apapun, periksa tanda tanda dehidrasi. Namun jika tidak dehidrasi, berhentilah memberikan minuman dalam 10 menit kemudian mulai kembali utnuk memberikan cairan sebanyak 2 hingga 3 sendok teh dengan pipet obat setiap 5 hingga 10 menit untuk mencegah kekurangan cairan.

Hal-hal yang Perlu diperhatikan Selama Diare

- Dari banyak kasus, diare biasanya akan sembuh dalam beberapa hari tanpa bantuan obat-obatan. Oleh karena itu, bersabarlah selama anak tidak menunjukkan tanda-tanda kehilangan cairan atau dehidrasi.
- Hindarilah memberikan cairan seperti oralit atau pedialyte tanpa didampingi dengan nutrisi selama 12-24 jam.
- JIka memang diare disebabkan karena kuman tertentu, maka obat-obatan bisa digunakan. Namun, jika tidak, hindarilah!
- Dehidrasi pada anak perlu diwaspadai. Jika ada tanda-tanda kearah itu, segeralah hubungi dokter. Jangan ditunda lagi. Begitu juga ketika ada tanda seperti darah dalam muntahan anak, fesesnya sedikit berdarah, dan ketika dalam dua minggu tidak menunjukan perkembangan yang baik.
- Waspada juga jika anak muntah disertai demam yang tinggi, sakit kepala, atau perut. Segera hubungi dokter!






Baca Juga :

Tanda-tanda dan Cara Mengatasi Diare dan Muntah pada Anak | Insomniaku.co | 5